Memahami Hipotek dalam Membeli Properti

Memahami Hipotek dalam Membeli Properti – Saat ini sudah semakin banyak orang yang ingin memiliki rumah sendiri dan juga mendesain segala isinya sendiri. Daripada salah pengertian, lebih baik kamu pahami dulu hipotek lebih dalam karena istilah ini cukup penting untuk dikuasai, terutama bagi kamu yang punya rencana untuk membeli rumah, baik itu rumah baru ataupun rumah dijual. Yuk, langsung saja simak ulasannya bersama kami di bawah ini!

Jika seseorang ingin membeli rumah baru dengan bantuan bank atau lembaga keuangan, maka akan diterbitkan hipotek, yaitu kredit yang diberikan atas dasar jaminan berupa benda tidak bergerak. Dengan kata lain, hipotek juga merupakan sejenis instrumen utang di mana hak tanggungan berupa properti dialihkan dari peminjam ke pemberi sebagai jaminan terhadap kewajibannya.

Memahami Hipotek dalam Membeli Properti

Skema Hipotek di Indonesia

Sesungguhnya, ada beberapa jenis hipotek dalam dunia kepemilikan properti. Salah satu yang paling populer adalah KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah yang merupakan program pembiayaan rumah dengan sistem hipotek yang melibatkan antara bank/lembaga keuangan dengan peminjam dan biasanya sertifikat rumah menjadi mortgage blog jamninannya. Popularitas istilah KPR pun telah menggeser istilah lama hipotek.

Kelebihan Sistem Hipotek

Jika kamu berminat untuk membeli properti atau rumah dengan sistem hipotek, pastikan juga kamu sudah mengetahui seluk-beluknya, termasuk kelebihannya. Pada dasarnya, hipotek dihadirkan supaya dapat memudahkan masyarakat menjadi pemilik rumah dengan cara pembayaran yang lebih terjangkau. Dikarenakan sistem pembayaran dipermudah dengan sejumlah kecil uang muka dan disusul dengan pembayaran bertahap, maka hipotek bisa mewujudkan impian siapa pun untuk memiliki rumah idaman.

Kelebihan lainnya adalah properti yang kamu jadikan jaminan dalam sistem hipotek masih bisa kamu tempati. Jadi, seakan-akan kamu membayar sewa atas properti tersebut dengan kelebihan bisa memilikinya kembali setelah melunasi perjanjian kredit yang berlaku. Hipotek juga dilengkapi dengan manfaat pajak potensial sehingga pemilik rumah bisa mengurangi semua atau sebagian pembayaran bunga untuk pengembalian pajak tahunan. Dengan demikian, laporan pajak pun semakin ringan.

Dalam kondisi pengalihan rumah, maka ada juga fleksibilitas pengalihan sistem kredit atau KPR kepada pihak berikutnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengurus dokumen yang dibutuhkan pada perbankan tempat kamu menjalankan hipotek.

Kekurangan Sistem Hipotek

Ada kelebihan, pasti ada juga kekurangan. Tidak dapat dipungkiri, sistem hipotek tidak mudah karena melibatkan nilai suku bunga sesuai durasi yang berjalan. Tingkat suku bunga akan semakin tinggi jika durasi pembayaran panjang atau lama. Begitu juga sebaliknya, tingkat suku bunga hipotek bisa ditekan apabila durasi pembayaran juga diperpendek.

Dalam hipotek, juga ada risiko kehilangan aset jika tidak berhasil membayar hingga lunas. Nilai pinjaman juga tetap, yang artinya jika harga rumah turun maka tidak ada penyesuaian pinjaman sama sekali. Persyaratan untuk menjadi peserta hipotek juga tidak selalu mudah karena melibatkan histori skor kredit, jumlah penghasilan tetap dalam angka tertentu, dan pengecekan lainnya sebelum pengajuan pinjaman disetujui.